Home Mẹo Hay Kejari kabupaten malang berhasil eksekusi buronan 3 tahun

Kejari kabupaten malang berhasil eksekusi buronan 3 tahun

*
*

Kasipidum Kejari Kabupaten Malang, Sobrani Binzar SH MH (paling kanan) saat mengeksekusi terpidana penipuan, Heppy Rikrik Kristianto (baju hijau) (ist)

tech269.com – Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang mengeksekusi seorang pelaku penipuan yang sudah buron selama tiga tahun. Terpidana penipuan atas nama Heppy Rikrik Kristianto.

Bạn đang xem: Kejari kabupaten malang berhasil eksekusi buronan 3 tahun

Eksekusi terpidana penipuan dikawal langsung oleh Kasipidum Kejari Kabupaten Malang, Sobrani Binzar SH MH; Kasi Intelijen Kejari Kabupaten Malang, Ardian Wahyu Eko Hastomo SH MH; Kasubsi Eksekusi dan Eksaminasi Pidum Kejari Kabupaten Malang, Anjar Rudi Admoko SH; Kasubsi Sospol Intelijen Kejari Kabupaten Malang, M Agung Wibowo SH MH; serta sejumlah anggota dari Polres Malang.

“Setelah eksekusi, dilakukan pemeriksaan kesehatan dan tes swab antigen terhadap terpidana. Selanjutnya terpidana dimasukkan ke dalam Lembaga Permasyarakatan Kelas I Lowokwaru,” ucap Kasipidum Kejari Kabupaten Malang, Sobrani Binzar SH MH.

Pria yang akrab disapa Banie pun menjelaskan kronologis kejadian penipuan hingga Heppy ditetapkan sebagai terpidana. Peristiwa ini bermula pada 16 April 2012.

“Terpidana datang ke rumah salah satu saksi, Gunawan di Desa Poncokusumo untuk bertemu dengan saksi Ahmad Kamil, dan istri saksi, Noor Saidah, bersama-sama dengan saksi Ahmad Yazid. Saat itu terpidana mengaku sebagai pemilik dan menawarkan obyek tanah seluas luas 24, 8 hektar yang terletak di Pandansari Poncokusumo seharga Rp 3.725.000.000,” jelasnya.

Xem thêm: Tác Dụng Của Website Virustotal Là, Dịch Vụ Quét Virus, Malware, Url Trực Tuyến

Setelah itu, Heppy menjanjikan untuk mengurus biaya pendaftaran tanah, biaya balik nama hingga terbit Sertifikat Hak Milik atau SHM atas nama pihak pembeli. Heppy menjanjikan sertifikat tanah tersebut akan diserahkan pada bulan November 2012.

“Selanjutnya terjadi transaksi antara terpidana dan Ahmad Kamil serta Noor Saidah. Uang muka dari harga tanah tersebut sebesar Rp 400 juta pada tanggal 16 April 2012. Kemudian pada 30 Mei 2013 ditransfer sejumlah Rp 1, 5 miliar. Pembayaran terakhir pada 11 Juni 2012 ditransfer sejumlah Rp 1.825.000.000. Jadi total seluruhnya sejumlah Rp 3.725.000.000,” ungkap Banie.

Usai melewati serangkaian transaksi tersebut, ternyata Heppy mengingkari janjinya. SHM yang dijanjikan Heppy tidak pernah diserahkan, baik kepada Ahmad Kamil maupun Noor Saidah.

“Pada 28 Maret 2013 terpidana membatalkan jual beli tersebut dan tidak mengembalikan uang milik Ahmad Kamil dan Noor Saidah,” terang Banie.

Xem thêm: Cách Mở File Đuôi Ai Là Gì ? Các Phần Mềm Hỗ Trợ Mở File Ai Tốt Nhất Hiện Nay

Terakhir, Banie menyebutkan, Kejari Kabupaten Malang selama ini kesulitan mengeksekusi Heppy karena yang bersangkutan licin seperti belut.

“Terpidana selalu berusaha bersembunyi dengan cara berpindah-pindah domisili di beberapa kota,” tukas Banie. (mid/yog)

Chuyên mục: Mẹo Hay

Rate this post